Assalamu'alaikum, selamat membaca semoga dapat memberi manfaat, amin.

Kamis, 09 September 2010

Ibadah Ramadhan Menjadikan Kita Orang Bertaqwa (Khutbah Idul Fitri 1431 H di Masjid Baiturrohim Wates)

IBADAH RAMADHAN MENJADIKAN KITA ORANG BERTAQWA

Oleh: Isa Ansori

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الله اكبر ×9
الله اكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة واصيلا لااله الا الله ولا نعبد إلاإياه, مخلصين له الدين ولوكره الكافرون لااله الا الله وحده صدق وعده ونصرعبده وأعزجنده وهزم الأحزاب وحده لااله الاالله والله أكبرالله اكبرولله الحمد.
الحمدلله الذي ألّف بين قلوبنافأصبحا بنعمته إخوانا. الحمدلله الذي ارسل رسوله بالهدى ودين الحق ليظهره علىالدين كله ولوكره المشركون. أشهد ان لاإله إلاالله وحده لاشريك له واشهد أنّ سيّدنا ونبيّنا محمداعبده ورسوله,لانبي بعده.
اللهم ّصلّ علي محمّدوعلى اله واصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. اما بعد ,فيا عبادالله ا تقوا الله حق تقاته ولاتموتن الا وانتم مسلمون
قال الله تعالي في كتابه الكريم اعوذ بالله من الشيطانالرجيم

وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا(7)فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا(8)قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا(9)وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا(10)

Hadirin jamaah sholat ‘Idul Fitri yang berbahagia,

Sejak terbenamnya matahari sebagai penanda berakhirnya bulan Ramadhan yang sangat kita cintai, gema suara takbir, tahlil dan tahmid bergemuruh membahana membelah angkasa, sebagai ungkapan rasa pengakuan seorang hamba terhadap kebesaran Allah SWT Tuhannya, pengakuan bahwa tiada tuhan lain selain Dia dan ungkapan puji syukur terhadap seluruh limpahan rahmatNya. Kesemuanya itu kita ucapkan dengan penuh tawadu’ dan hati yang ikhlas.

Firman Allah dalam Al Baqarah 185:

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ(185)

Dan hendaklah kamu sempurnakan hitungan bulan Ramadhan dan setelah itu hendaklah kamu bertakbir membesarkan Allah atas segala petunjuk yang telah Allah berikan kepadamu dan agar kamu bersyukur atas ni’mat-ni’matNya.

Sepantasnya itu semua kita ungkapkan, karena apalah artinya kita dihadapan kebesaran dan keagungan Allah sang Pencipta dan Penguasa segala-galanya. Kita semua adalah kecil dan tiada berarti apapun di hadapan Nya.

Al hamdulillah, puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT. yang selalu mencurahkan rahmat dan nikmat-nikmat-Nya kepada kita meskipun kita tidak memintanya. Segala apa yang ada pada diri kita dan sekitar kita adalah rahmat dan nikmat dari Allah SWT. Sewajarnya lah kita mensyukuri segala nikmat itu dengan beribadah kepada Nya. Salah satu rahmat dari Allah adalah nikmat Iman dan Islam sehingga dengan nikmat itu kita dapat dengan senang hati menyelesaikan satu perintah Allah ialah berpuasa satu bulan Ramadhan penuh di tahun ini, sebagaimana firman Allah:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ(183)

“Hai orang-orang yang beriman telah diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana telah pula diwajibakan atas orang-orang (umat) sebelum kamu agar kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa”. (QS. Al-baqoroh: 183).

Tujuan ibadah puasa Ramadhan sebagaimana yang Allah sebutkan pada ayat di atas adalah agar kita menjadi orang yang bertaqwa kepada Allah, yaitu orang yang dengan kemauannya sendiri ikhlas dan senang hati melaksankan segala apa yang diperintah Allah dan menjauhi segala apa yang Allah larang.

Kita semua dapat merasakan bahwa, selama menjalankan ibadah puasa Ramadhan berbagai macam amalam sholeh perintah Allah terasa lebih ringan, senang dan gembira kita melaksanakannya. Beberapa amalam sholeh yang sebelum Ramadhan jarang atau bahkan tidak kita lakukan karena terasa berat untuk kita laksanakan seperti sholat berjamaah di mushola atau masjid-masjid, tadarus al-Qur’an, sholat malam serta sholah sunah lainnya, bersedakah, tidak menyakiti hati orang lain baik dengan perkataan maupun perbuatan, menolong orang-orang yang kesusahan serta banyak lagi amalan sholeh lainnya, ketika Ramadhan perbuatan-perbuatan itu menjadi seperti terbiasa dan dengan senang hati kita lakukan. Sebaliknya kita juga ikhlas dan senang hati menjauhi perbuatan-perbuatan maksiat yang dilarang, seperti memandang hal-hal yang dilarang, mendengar ucapan-ucapan yang dilarang, mencaci maki dan mengrasani orang lain serta perbuatan-perbuatan buruk lainnya. Ini menjadi bukti bahwa ibadah puasa Ramadhan yang Allah sediakan dan wajibkan adalah sarana untuk melatih diri kita menjadi orang yang patuh dan taat kepada Allah SWT sebagai ciri orang yang bertaqwa.

Permasalahannya adalah sanggupkan kita mempertahankan kondisi kejiwaan kita yang tidak berberat hati untuk terus melaksankan amalan-amalan sholeh yang Allah perintah dan mejauhi amal-amal jahat yang Allah larang setelah kita berada di luar Ramadhan ?. Ataukah kita akan kembali pada kondisi yang memperturutkan hawa nafsu seperti sebelum Ramadhan ?. Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini, terpulang pada diri kita masing-masing.

Allah SWT berfirman:

وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا(7)فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا(8)قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا(9)وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا(10)

Dan jiwa serta penyempurnaan (ciptaann) nya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesunggunya merugilah orang yang mengotorinya”. (QS. Asy Syams: 7-10).

Hadirin jamaah sholat Idul Fitri Rohimakumullah.

‘Idul Fitri tersusun dari dua kata bahasa Arab, yaitu “‘Id“ yang berarti kembali dan “al-Fitri” yang berarti fitrah atau keadaan suci tanpa dosa. Ini maksudnya adalah pada hari ini kita merayakan kembalinya jiwa raga kita ke dalam fitrahnya yakni suci tanpa dosa seperti bayi baru lahir. Sebagai mana sabda Nabi Muhammad SAW.:

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ

Setiap anak terlahir atas fitrah (keadaan suci tanpa dosa) lalu tergantung kedua orang tuanya apakah mereka hendak menjadikannya Yahudi, Nasroni atau Majusi.

Bagi kita orang tua Muslim tentu berusaha menjadikan anak-anak kita Muslim yang taat.

Jiwa raga yang menjadi suci kembali hanyalah terjadi atas kita yang dengan ikhlas melaksanakan ibadah puasa Ramadhan satu bulan penuh serta melaksanakan amalan-amalan sholeh yang lain dan berusaha sekuat hati menjauhi segala larangan ilahi. Sedang bagi mereka yang tidak menjalankan ibadah puasa atau amalan sholeh tetapi malah lebih suka mengerjakan amalan maksiat, tentu fitrah kesucian jiwa raga tiada mereka dapat dan sewajarnya untuk merasa malu bersama merayakan hari kembalinya fitrah (idul fitri) ini.

Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan ridha Allah, maka Allah mengampuni atas orang itu dosa-dosa yang telah ia kerjakan”. (HR Mutafaq alaih)

Dalam hadis lain Rasul bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa yang mendirikan ibadah di malam hari pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharpkan ridha Allah, maka diampunilah dosa-dosanya yang telah lewat. (HR. Mutafaq alaih).

Adapun dosa-dosa yang diampuni langsung oleh Allah adalah dosa-dosa yang berkaitan langsung dengan Allah. Sedangkan dosa-dosa yang berkaitan dengan sesama manusia, maka Allah belum akan mengampuni dosa-dosa itu sebelum orang yang bersalah meminta maaf langsung kepada orang lain yang ia dhalimi. Seorang anak datang bersimpuh memohon maaf kepada kedua orang tuanya atas kesalahan-kesalahannya, seorang istri bersimpuh memohon maaf atas segala kesalahan kepada suaminya dan setiap kita memohon maaf atas kesalahan kepada orang-orang di sekitar kita, guru, sahabat, tetangga dan sebagainya. Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تُعْرَضُ أَعْمَالُ النَّاسِ فِي كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّتَيْنِ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ مُؤْمِنٍ إِلَّا عَبْدًا بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ اتْرُكُوا أَوْ ارْكُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَفِيئَا

Dari Abu Hurairah r.a. berkata, telah bersabda Rasulullah SAW.: “Amal perbuatan manusia diajukan kepada Allah setiap hari Senin dan Kamis, pada saat itu Allah mengampuni dosa setiap orang selagi dia tidak mesekutukan Allah dengan sesuatu apapun, kecuali dosa seseorang yang antara dia dan orang lain masih ada dendam dan permusuhan, lalu Allah berfirman kepada malaikat: “Wahai para malaikat biarkan saja kedua orang tersebut (keduanya belum diampuni) sehingga keduanya mau berdamai”. (HR. Muslim) (p. 583).

Dalam hadis yang lain Rasul bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثٍ فَمَنْ هَجَرَ فَوْقَ ثَلَاثٍ فَمَاتَ دَخَلَ النَّارَ

Dari Abu Hurairah berkata, telah bersabda Rasulullah SAW: “Tidak halal bagi seorang Muslim mendiamkan saudara Muslim lainnya lebih dari tiga hari. Barangsiapa mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari dan meninggal dunia, maka dia masuk neraka”. (HR. Muslim dan Ahmad)

Karenanya, pada hari raya ‘idul fitri ini, kita dianjurkan untuk saling bersilatur rahim, mengucapkan salam dan berjabat tangan saling meminta maaf, lelaki berjabat tangan dengan sesama lelaki, perempuan berjabat tangan dengan sesama perempuan. Insya Allah dengan begitu dosa-dosa kita diampuni. Rasulullah bersabda:

عَنْ الْبَرَاءِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلَّا غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا

“Dari Bara’ r.a. berkata, telah bersabda Rasulullah SAW. : “Tidak ada dari dua orang Muslim yang berjumpa lalu keduanya bersalaman, kecuali diampuni dosa keduanya sebelum keduanya berpisah”. (HR. Abu Dawud).

Hadirin Jama’ah Sholat ‘Idul Fitri rahimakumullah,

Setelah ramadhan ini, marilah kita hentikan secara total kebiasaan buruk masa lalu yang sering kita lakukan, kalau kita dulu adalah pemabuk, pezina, penjudi, pencuri, penjambret dan pelaku perbuatan maksiat lainnya, berniatlah untuk berhenti mulai sekarang karena Rasulullah SAW. bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَزْنِي الزَّانِي حِينَ يَزْنِي وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَا يَشْرَبُ الْخَمْرَ حِينَ يَشْرَبُ وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَا يَسْرِقُ حِينَ يَسْرِقُ وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَا يَنْتَهِبُ نُهْبَةً يَرْفَعُ النَّاسُ إِلَيْهِ فِيهَا أَبْصَارَهُمْ حِينَ يَنْتَهِبُهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ

Dari Abi Hurairah r.a. berkata, telah bersabda Nabi SAW.: “Tidaklah seorang pezina ketika berzina adalah orang yang beriman,, tidak pula peminum arak ketika meminum adalah orang yang beriman, tidak pula pencuri ketika dia mencuri adalah orang yang beriman, tidak pula penjambret ketika menjambret barang yang mata orang terbelalak ketika melihat barang adalah orang beriman”. (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasai, Abi Dawud, Ibnu Majah, Ahmad dan Daromi)

Ini artinya, setiap kali kita melakukan perbuatan maksiat, maka pada saat itu pula kita menjadi tidak beriman kepada Allah, Rasulullah, Malaikat, Kitab, Hari Kiamat, Qoda dan Qadar, sedangkan kita tahu tidak beriman itu sama dengan kufur, Naudzubillah min dzalik. Dalam hadis lain Rasul bersabda:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ شَرِبَ الْخَمْرَ وَسَكِرَ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ صَبَاحًا وَإِنْ مَاتَ دَخَلَ النَّارَ فَإِنْ تَابَ تَابَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَإِنْ عَادَ فَشَرِبَ فَسَكِرَ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ صَبَاحًا فَإِنْ مَاتَ دَخَلَ النَّارَ فَإِنْ تَابَ تَابَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَإِنْ عَادَ فَشَرِبَ فَسَكِرَ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ صَبَاحًا فَإِنْ مَاتَ دَخَلَ النَّارَ فَإِنْ تَابَ تَابَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَإِنْ عَادَ كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يَسْقِيَهُ مِنْ رَدَغَةِ الْخَبَالِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا رَدَغَةُ الْخَبَالِ قَالَ عُصَارَةُ أَهْلِ النَّارِ

“Dari Abdullah bin Umar berkata, telah bersabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa meminum arak dan mabuk maka tidak akan diterima sholatnya empat puluh subuh, dan bila dia mati maka masuk neraka, sedang apabila dia bertobat maka Allah akan menerima tobatnya, lalu apabila dia kembali meminum arak dan mabuk maka tidak diterima lagi sholatnya empat puluh subuh, dan apabila dia mati maka masuk neraka, sedang apabila dia bertobat maka Allah akan menerima tobatnya, lalu apabila dia kembali meminum arak dan mabuk maka tidak diterima lagi sholatnya empat puluh subuh, dan apabila dia mati maka masuk neraka, sedang apabila dia bertobat maka Allah akan menerima tobatnya, selanjutnya jika ia kembali mengulangi lagi maka adalah hak Allah untuk memberi minum dari radghatul habal pada hari kiamat, para sahabat bertanya wahai Rasulullah apakah radghatul hobal itu?” Nabi menjawab: “perasan ahli neraka”. (HR. Tirmidzi, Nasai, Ahmad dan Daromi)

Kalau dulu kita ringan tangan, mudah memukul, mengambil barang yang bukan hak atau lisan kita mudah mengumpat, memaki, berbohong dan marah kepada istri, anak atau orang lain, maka hentikanlah saat ini juga. Begitu juga kesalahan-kesalahan yang sering dibuat oleh panca indera lainnya seperti mata, hidung, telinga, dan sebagainya, karena Rasulullah bersabda:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ

“Dari Abullah bin Umar Ra, dari Nabi SAW bersabda: “Orang Islam adalah orang yang, orang-orang Islam lainnya merasa aman dari kejahatan lisan, dan tangannya. Orang yang hijrah adalah orang yang hijrah dari yang dilarang Allah menuju kepada yang diperintah oleh-Nya. (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Nasai, Ahmad dan Darami).

Takutlah kepada Allah, karena pada hari kiamat nanti, tangan kita, mulut kita dan seluruh anggota tubuh kita, semuanya akan bersaksi dihadapan Allah terhadap seluruh perbuatan buruk yang selama ini kita lakukan. Allah berfirman:

وَيَوْمَ يُحْشَرُ أَعْدَاءُ اللَّهِ إِلَى النَّارِ فَهُمْ يُوزَعُونَ(19)حَتَّى إِذَا مَا جَاءُوهَا شَهِدَ عَلَيْهِمْ سَمْعُهُمْ وَأَبْصَارُهُمْ وَجُلُودُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ(20)وَقَالُوا لِجُلُودِهِمْ لِمَ شَهِدْتُمْ عَلَيْنَا قَالُوا أَنْطَقَنَا اللَّهُ الَّذِي أَنْطَقَ كُلَّ شَيْءٍ وَهُوَ خَلَقَكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ(21)وَمَا كُنْتُمْ تَسْتَتِرُونَ أَنْ يَشْهَدَ عَلَيْكُمْ سَمْعُكُمْ وَلَا أَبْصَارُكُمْ وَلَا جُلُودُكُمْ وَلَكِنْ ظَنَنْتُمْ أَنَّ اللَّهَ لَا يَعْلَمُ كَثِيرًا مِمَّا تَعْمَلُونَ(22) وَذَلِكُمْ ظَنُّكُمُ الَّذِي ظَنَنْتُمْ بِرَبِّكُمْ أَرْدَاكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ مِنَ الْخَاسِرِينَ(23)فَإِنْ يَصْبِرُوا فَالنَّارُ مَثْوًى لَهُمْ وَإِنْ يَسْتَعْتِبُوا فَمَا هُمْ مِنَ الْمُعْتَبِينَ(24)

Dan (ingatlah) hari (ketika) musuh-musuh Allah digiring ke dalam neraka lalu mereka dikumpulkan (semuanya). Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan. Dan mereka berkata kepada kulit mereka: "Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?" Kulit mereka menjawab: "Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dia-lah yang menciptakan kamu pada kali yang pertama dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan. Kamu sekali-kali tidak dapat bersembunyi dari persaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu terhadapmu bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan. Dan yang demikian itu adalah prasangkamu yang telah kamu sangka terhadap Tuhanmu, prasangka itu telah membinasakan kamu, maka jadilah kamu termasuk orang-orang yang merugi. Jika mereka bersabar (menderita azab) maka nerakalah tempat diam mereka dan jika mereka mengemukakan alasan-alasan, maka tidaklah mereka termasuk orang-orang yang diterima alasannya. (QS Fushilat: 19 – 24)

Satu hal lagi yang perlu kita perhatikan di hari yang fitri ini, ialah bahwa selama berpuasa Ramadhan kita merasakan sebagian kecil penderitaan fakir miskin dalam berlapar dan dahaga. Penderitaan kita selama berpuasa itu tidak ada seberapanya dibanding penderitaan mereka. Kita berlapar dan dahaga hanya di siang hari selama satu bulan saja, sedang mereka berlapar dan merana hampir di setiap siang dan malam sepanjang masa yang tak menentu. Bekerja dengan pekerjaan dan upah yang tidak pasti, bekerja keras hari ini untuk makan hari ini, itupun terkadang tak mencukupi, tak mengerti apalagi kerja untuk makan besok dan biaya keperluan anak lainnya.

Marilah, kita tidak lagi sekedar merasakan berlapar dan dahaga para kaum dhuafa, tetapi mengambil langkah bagaimana mengentaskan beban dan derita mereka apapun yang kita bisa. Bagi siapa yang berkelebihan harta, ingatlah disana ada hak fakir miskin yang harus diberikan dengan mengeluarkan zakat harta atau penghasilan, infak dan sedekahnya. Takutlah akan ancaman Allah dengan tidak mebayarkan zakat, Allah berfirman:

وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ(34)يَوْمَ يُحْمَى عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ هَذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ فَذُوقُوا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُونَ(35)

Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu". (At Taubah: 34 – 35)

Bantulah orang-orang yang memerlukan bantuan dengan harta, tenaga, pikiran serta apapun yang kita bisa. Bantulah para pejuang menegakkan Islam seperti membangun masjid, mushola, pondok pesantren, pantai asuhan dan sebagainya, Rasulullah SAW. bersabda:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Dari Ibni Umar r.a. Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “Orang Muslim adalah saudara orang muslim yang lain, ia tidak boleh mendholimi saudaranya dan tidak boleh pula membiarkannya kesulitan. Barang siapa memenuhi kebutuhan saudaranya maka Allah akan memenuhi kebtuhunnya. Dan barangsiapa melepaskan atas seorang muslim satu kesusahan maka Allah akan melepaskan untuknya satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan hari kiamat. Dan barangsiapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aib dia pada hari kiamat” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi dan Ahmad)

Hadirin jamaah Sholat ‘Idul Fitri Rahimakumullah

Pada akhirnya marilah kita berdo’a semoga amalan-amalan sholeh yang telah terbiasa kita laksanakan selama Ramadhan, senantiasa dapat kita langgengkan pada hari-hari setelahnya. Dan amal-amal maksiat yang telah terbiasa kita tinggalkan selama Ramadhan senantiasa dapat kita hindari di hari-hari setelahnya. Dan juga berdo’a semoga puasa Ramadhan dan Bacaan Al Qur’an yang insya Allah akan senantiasa terus kita lakukan, akan datang dan memberi syafaat kepada kita pada hari kiamat, amin. Sebagaimana sabda Rosululullah SAW:

”Puasa dan Al-Qur’an memintakan syafaat bagi hamba pada hari kiamat. Puasa berkata, “Ya Rabbi, aku mencegah orang itu dari makan dan syahwat di siang hari, maka berilah aku syafaat untuknya. Sedangkan Al-Qur’an berkata: “Ya Rabbi, aku mencegahnya tidur pada malam hari karena membacaku, maka berilah aku syafaat untuknya. Rasulullah bersabda: “maka Puasa dan Al-Qur’an diberi syafaat untuk orang itu”. (HR. Ahmad dan Ath Thabrany).

بارك الله لي و لكم في القران العظيم ونفعنى واياكم بما فيه من الايات و ذكر الحكيم اقول قولي هذا و استغفر الله العظيم لي ولكم ولسائرالمسلمين والمسلمات فاستغفروه إنّه هوالغفورالرحيم



الخطبة الثانية لعيد الفطر

الله اكبر×7
الله اكبر كبيرا وا لحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة واصيلا. الحمد لله الذى اعاد الأعياد وكرّر. احمده سبحانه ان خلق وصوّر. وأشهدا ن لاإله إلاالله وحده لا شريك له,شهادة يثقل بهاالميزان في المحشر,واشهد ان محمدارسول الله المبعوث الى الأسودوالأحمر. اللهمّ فصلّ وسلّم على سيّدنا محمّد وعلى اله واصحابه الفائزين بالشرف الأفخر(امابعد)
فياعبادالله اتقواالله فيما امر. وانتهواعمّانهىالله عنه وحذّ ر. واعلموا أنّ الله تعالى صلّى على نبيّه قديما.
فقال تعالى:إنّ الله وملائكته يصلّون على النبيّ يا أيّها الذين امنوا صلّوا عليه وسلّموا تسليما. اللهمّ صلّ وسلّم على سيّدنامحمّد خير الخلق صاحب الوجه الأنوار. وارض الّلهمّ عن كل ّالصحابة أجمعين. وعن التّابعين ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الّدين.

Hadirin marilah kita sudahi ibadah shalat Id kita dengan bersama berdoa:

اَللَّهُمَّ انْصُرْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ النَّاصِرِيْنَ وَافْتَحْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ وَاغْفِرْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْغَافِرِيْنَ وَارْحَمْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ وَارْزُقْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ وَاهْدِنَا وَنَجِّنَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ وَالْكَافِرِيْنَ.

Ya Allah, tolonglah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi pertolongan. Menangkanlah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi kemenangan. Ampunilah kami, sesungguhnya ngkau adalah sebaik-baik pemberi pemberi ampun. Rahmatilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rahmat. Berilah kami rizki sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rizki. Tunjukilah kami dan lindungilah kami dari kaum yang dzalim dan kafir.

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَناَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَ الَّتِى فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِى فِيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شرٍّ

Ya Allah, perbaikilah agama kami untuk kami, karena ia merupakan benteng bagi urusan kami. Perbaiki dunia kami untuk kami yang ia menjadi tempat hidup kami. Perbikilah akhirat kami yang menjadi tempat kembali kami. Jadikanlah kehidupan ini sebagai tambahan bagi kami dalam setiap kebaikan dan jadikan kematian kami sebagai kebebasan bagi kami dari segala kejahatan.

اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَاتُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا. اَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْهُ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ عَاداَنَا وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِى دِيْنِنَاوَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا

Ya Allah, anugerahkan kepada kami rasa takut kepada-Mu yang membatasi antara kami dengan perbuatan maksiat kepadamu dan berikan ketaatan kepada-Mu yang mengantarkan kami ke surga-Mu dan anugerahkan pula keyakinan yang akan menyebabkan ringan bagi kami segala musibah di dunia ini. Ya Allah, anugerahkan kepada kami kenikmatan melalui pendengaran, penglihatan dan kekuatan selamakami masih hidup dan jadikanlah ia warisan bagi kami. Dan jangan Engkau jadikan musibah atas kami dalam urusan agama kami dan janganlah Engkau jadikan dunia ini cita-cita kami terbesar dan puncak dari ilmu kami dan jangan jadikan berkuasa atas kami orang-orang yang tidak mengasihi kami.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ.

Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mu’minin dan mu’minat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Dekat dan Mengabulkan do’a.

رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. والحمد لله رب العالمين.

Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami kehidupan yang baik di dunia, kehidupan yang baik di akhirat dan hindarkanlah kami dari azab neraka. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

1 komentar:

Anonim mengatakan...

اللـهم صـلي علـى محمد و علـى آل محـمد كمآ صـــليت علـى إبرآهيم و علـى آل إبرآهيم ، وبآرك علـى محمـد و علـى آل محمد كمآ بآركت علـى إبرآهيم و علـى آل إبرآهيم في العــــــآلمين إنك حميد مجيد

Menampilkan Al-Qur'an

Mencari Kata Dalam Al-Qur'an

Search in the Quran
Search in the Quran:
in
Download Islamic Softwares FREE | Free Code/td>
Powered by www.SearchTruth.com

Mencari Kata (in English) Hadis Nabi SAW

Search in the Hadith
Search: in
Download Islamic Softwares FREE | Free Code
Powered by www.SearchTruth.com

Mengkonversi Tanggal Masehi - Hijriah - Masehi

Alamat Rumahku


View Lokasi Rumahku in a larger map